Komunitas Kristiani sebagai Duta Kasih Allah di tengah Kebinekaan Bangsa Indonesia

Authors

  • Mathias Jebaru Adon Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang Author
  • Anton Sad Budi Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.53827/lz.v4i2.28

Keywords:

Christian community, diversity, Indonesian nation, mbassadors of God’s love

Abstract

Abstract: The focus of this research study describes the role of Christians in strengthening the spirit of diversity in the Indonesian nation. Currently, Indonesia is not only facing the Covid-19 pandemic but also a national identity crisis. In various places there are rampant intolerance, radicalism and acts of extremism-terrorism that threaten the integrity of the nation. In this situation Christians are called to show their identity by becoming ambassadors for God's love. By becoming ambassadors of God's love, Christians prove that love is greater than enmity. Christians can start by living together in community. In the community, Christians are trained to be more sensitive to the sufferings of the world and not run out of power. This research study uses a phenomenological approach which starts from the calling of Christians to live in a spirit of love. Because in the way of living together all differences are put together. Thus, the Christian community becomes a good platform for channeling love to others regardless of ethnicity, race and religion. Therefore, the Christian community is a means of realizing togetherness in a spirit of diversity.

References

Alka, David Krisna. “Abdul Rasyid Wahab Pesan Kebinekaan Dari Tanah Sikka,

Maumere.” Maarif 13, no. 2 (2018): 87–93.

Anwar, Choirul. “Islam Dan Kebhinekaan Di Indonesia: Peran Agama Dalam

Merawat Perbedaan.” Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 4, no. 2 (2018): 1.

Aritonang, Arthur. “Peran Sosiologis Gereja Dalam Relasi Kehidupan Antar Umat

Beragama Indonesia.” TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)

9, no. 1 (2019): 69–102.

Budhi, Carolus. “Frater Projo Belajar Merawat Kebhinnekaan.” Hidup Katolik.

Jakarta, 2018.

Cahyadi, T. Krispurwarna. Kemurahan Hati: Wajah Allah- Kesaksian Gereja.

Yogyakarta: Kanisius, 2016.

Dja’far, Abu Bakar. “Prosiding Seminar Nasional, Harmonisasi Keberagaman Dan

Kebangsaan Bagi Generasi Milenial, Lembaga Kajian Keagamaan.” Nilai-Nilai

Humanisme Dalam Menjaga Harmonisasi Keragaman Masyarakat 14 (2019):

62–67.

Fios, Frederikus. “Kiprah Agama Dalam Melawan Terorisme.” Humaniora 2, no. 2

(2011): 1329–1338.

Fransiskus, Paus. “Ensiklik Fratelli Tutti.” In Seri Dokumen Gereja, edited by KWI.

Jakarta: Depertemen DokumentasiI Dan Penerangan Konferensi Waligereja

Indonesia, 2020.

———. “Evangelii Gaudium.” In Evangelii Gaudium. Vol. 94. Seri Dokum. Jakarta:

Depertemen Dokumentasi Dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia,

2013.

Hadisumarta, F. X. “Kerahiman Allah Menurut Maria.” In Kerahiman Allah, edited by

Edison R. L Tinambunan. Malang: Karmelindo, 2017.

Hanafi, Hanafi. “Hakekat Nilai Persatuan Dalam Konteks Indonesia (Sebuah Tinjauan

Kontekstual Positif Sila Ketiga Pancasila).” Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila

dan Kewarganegaraan 3, no. 1 (2018): 56–63.

Hartoyo, Agung. “Menggugah Kesadaran Nasional Mempengaruhi Kebhinekaan

Indonesia.” Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora 01 (2010): 132–147.

Husserl, Edmund. Ideas Pertaining to a Pure Phenomenology and to a

Phenomenologycal Philosophy. Edited by F. Kersten. First Book. The Hague:

Nijhoff, 1982.

Kasper, Walter. Belas Kasih Allah: Dasar Kitab Suci Dan Kunci Hidup Kristiani. Edited

by Karmelindo. Malang, 2016.

Khamdan, Muh. “Rethinking Deradikalisasi: Konstruksi Bina Damai Penanganan

Terorisme.” Addin 9, no. 1 (2015): 181–204.

Munthe, Atom Ginting. “Teorisme: Gejala Kriminal Media Mutakhir.” Jurnal Hukum

Pro Justisia 25, no. 1 (2007): 1–8.

Nouwen, Henri. J. M. The Selfless Way of Christ. Edited by Rafael Isharianto. Malang:

Dioma, 2008.

Nouwen, Henri. J. M., Donald P. Mcneill, and Douglas A. Morrison. Sehati Seperasaan.

Edited by Willem. S. G. Pau. Yogyakarta: Kanisius, 1987.

Nouwen, Henri J. M. Keheningan Sebagai Pusat Hidup Komunitas Yang Menyuburkan

Dalam Komunitas Alternatif. Edited by Ignatius Suharyo. Yogyakara: Kanisius,

1998.

———. Kembalinya Si Anak Yang Hilang; Membangun Sikap Kebapaan Dan

Keputraan. Yogyakarta: Kanisius, 1995.

Nurcahyono, Okta Hadi. “Pendidikan Multikultural Di Indonesia: Analisis Sinkronis

Dan Diakronis.” Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi 2, no. 1

(2018): 105.

Paus Fransiskus. “Misericordiae Vultus Wajah Kerahiman Allah.” In Bulla

Pemberitahuan Yubileum Luar Biasa Kerahiman Paus Fransiskus 11 April 2015.

99th ed. Jakarta: Depertemen Dokumentasi Dan Penerangan Konferensi

Waligereja Indonesia, 2015.

Paus Yohanes Paulus II. “Dives In Misericordia Kaya Dalam Kerahiman.” In Ensiklik,

edited by F.X. Adisusanto SJ and Bernadeta Harini Tri Prasasti. 99th ed. Jakarta:

Depertemen Dokumentasi Dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia,

1980.

Prayogi, Irfan, and Fernanda Putra Adela. “Populisme Islam Dan Imajinasi Politik

Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.” Politeia: Jurnal Ilmu Politik 11, no. 2 (2019):

31–43.

Riyanto, Armada. Kearifan Lokal-Pancasila Butir-Butir Filsafat “Keindonesiaan.”

Edited by Armada Riyanto, Johanis Ohoitimur, C.B. Mulyatno, and Otto Gusti

Madung. Kearifan Lokal-Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesian. Yogyakarta:

Kanisius, 2015.

———. Menjadi Mencintai: Berfilsafat Sehari-Hari. Yogyakarta: Kanisius, 2013.

Ryiandi, Dimas, and Muhammad Ridwan. “Bom Bunuh Diri Di Makassar ,

Ekstremisme Tetap Subur Meski Pandemi.” Jawa Pos. Surabaya, 2021.

Suryarandika, Rizky. “Menebak Motif Di Balik Bom Bunuh Diri Makassar.” Harian

Aceh Indonesia.

Triguna, I.B.G Yudha. “Kebhinekaan Bangsa Indonesia: Urgensi Dan Relevansinya

Dalam Era Revolusi Industri 4.0.” Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan

Kebudayaan 10, no. 2 (2019): 46–52.

Vanier, Jean. “Komunitas: Tempat Orang Saling Mengikatkan Diri, Memberi

Perhatian, Dan Mendukung Dalam Perutusan.” In Komunitas Alternatif: Hidup

Bersama Menerbarkan Kasih, edited by I. Suharyo. Yogyakarta: Kanisius, 1998.

Wattimena, Deasy Elisabeth, and Kalalo. “Membangun Makna Teologis Gotong

Royong Dalam Memperkuat Kebhinekaan.” Epigraphe:Jurnal Teologi dan

Pelayanan Kristiani 6, no. 1 (2020): 1–15.

Yaniawati, Poppy. “Penelitian Studi Kepustakaan.” Penelitian Kepustakaan (Liberary

Research), no. April (2020): 15.

Downloads

Published

2025-12-02

How to Cite

Komunitas Kristiani sebagai Duta Kasih Allah di tengah Kebinekaan Bangsa Indonesia. (2025). Logon Zoes: Jurnal Teologi, Sosial, Dan Budaya, 4(2), 135-153. https://doi.org/10.53827/lz.v4i2.28