Otoritas Alkitab Dalam Dialog Pluralisme Umat Beragama di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.53827/lz.v9i1.32Kata Kunci:
biblical authority; religious pluralism; interfaith dialogue; evangelical theology; IndonesiaAbstrak
Indonesia sebagai negara dengan pluralisme agama yang tinggi menghadirkan tantangan bagi umat Kristen dalam mempertahankan otoritas Alkitab di tengah dialog lintas iman. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana otoritas Alkitab dapat dipertahankan secara teologis dan kontekstual dalam praktik dialog pluralisme agama di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian literatur terhadap Alkitab dan sumber-sumber teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas Alkitab yang berlandaskan prinsip Sola Scriptura, inspirasi ilahi, dan normativitas firman tetap menjadi fondasi iman Kristen di tengah relativisme pluralis dan pengaruh postmodern. Dialog antaragama tidak harus mengaburkan identitas iman, melainkan dapat dijalankan berdasarkan prinsip keadilan, kasih, dan kesaksian yang bersumber dari Kitab Suci. Dengan demikian, gereja dapat tetap setia pada kebenaran Alkitab sekaligus berkontribusi dalam membangun keharmonisan sosial di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Referensi
Assyaukanie, Luthfi. Islam and the Secular State in Indonesia. Singapore: ISEAS Publishing, 2019.
Budi Priyono, and Arnold Tindas. “Otoritas Alkitab dalam Era Postmodern.” Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 3, no. 2 (2025): 16–37.
https://doi.org/10.61132/tritunggal.v3i2.1112.
Daniel B. Wallace. Greek Grammar Beyond the Basics: An Exegetical Syntax of the New Testament. Grand Rapids, MI: Zondervan, 1996.
Daniel Lucas Lukito. “Eksklusivisme, Inklusivisme, Pluralisme, dan Dialog Antar Agama.”
Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 13, no. 2 (2012): 145–168.
https://doi.org/10.36421/veritas.v13i2.269.
David Eko Setiawan. “Menjembatani Injil dan Budaya dalam Misi Melalui Metode
Kontekstualisasi.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 2 (2020):
160–180. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.132.
Dony Marbaniang. Theology of Religion: Pluralism, Inclusivism, Exclusivism. ACTS
Academy, 2007.
Edy Syahputra Sihombing. “Kesaksian Iman dalam Dialog Interreligius dan Teologi
Interkultural.” Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 7, no. 2 (2020): 173–194.
https://doi.org/10.33550/sd.v7i2.151.
Harold A. Netland. Encountering Religious Pluralism: The Challenge to Christian Faith and Mission. Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 2001.
James D. G. Dunn. “The Authority of Scripture According to Scripture.” Churchman 96, no.
2 (1982): 104–122.
Jamson Siallagan. “Tinjauan Iman Kristen Terhadap Doa Lintas Agama.” Te Deum: Jurnal
Teologi dan Pengembangan Pelayanan 7, no. 1 (2017): 68.
Julio Eleazer Nendissa et al. “Pluralisme Agama-Agama: Tantangan, Peluang, dan
Perspektif Teologis dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.”
Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia 2, no. 2 (2024): 155–184.
https://doi.org/10.24246/sami.vol2i2pp155-184.
Luthfi Assyaukanie. Islam and the Secular State in Indonesia. Singapore: ISEAS Publishing,
2019.
M. Yusuf Wibisono. “Pluralisme Agama dan Perubahan Sosial dalam Perspektif Islam.”
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya 1, no. 1 (2016): 12–24.
https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Religious/article/view/1374.
Miroslav Volf. Exclusion and Embrace: A Theological Exploration of Identity, Otherness,
and Reconciliation. Nashville: Abingdon Press, 1996.
Noor Rachmat. “Sosio-Teologis: Memahami Dualitas Perspektif Pluralisme Agama di
Indonesia.” Harmoni: Jurnal Multikultural dan Multireligius 11, no. 2 (2012): 43–52.
https://doi.org/10.32488/harmoni.v11i2.242.
Nendissa, Julio Eleazer, Ridwan Henry Simamora, Dewi Magdalena Rotua, Pangeran
Guntar Wijaya Baringbing, and Sarah Farneyanan. “Pluralisme Agama-Agama:
Tantangan, Peluang, dan Perspektif Teologis dalam Membangun Kerukunan Umat
Beragama di Indonesia.” Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia 2, no. 2
(2024): 155–184. https://doi.org/10.24246/sami.vol2i2pp155-184.
Rahmiati Tanudjaja. “Apologetika Kristen: Tanggung Jawab Semua Anak Tuhan.” Veritas:
Jurnal Teologi dan Pelayanan 6, no. 2 (2005): 229–238.
https://doi.org/10.36421/veritas.v6i2.149.
Reny Setiyowati and Thiyas Tono Taufiq. “Syncretism of Tahlilan Ritual in Islam and
Consolation Worship in Protestant Christianity in the Slametan Tradition as a
Reflection of Interfaith Harmony.” Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 20, no. 2
(2024): 115.
Setara Institute. Kondisi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan 2023: Dari Stagnasi
Menuju Stagnasi Baru. Jakarta: Setara Institute, 2024. https://setarainstitute.org/wp-content/uploads/2024/06/Rilis-Data-Kondisi-KBB-2023_SetaraInstitute_Ind.pdf.
Sigurd Grindheim. “Biblical Authority: What Is It Good For? Why the Apostles Insisted on
a High View of Scripture.” Journal of the Evangelical Theological Society 59, no. 4
(2016): 791–803.
Sihombing, Edy Syahputra. “Kesaksian Iman dalam Dialog Interreligius dan Teologi
Interkultural.” Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 7, no. 2 (2020): 173–194.
https://doi.org/10.33550/sd.v7i2.151.
Sokhifah Hidayah et al. “Perbedaan dalam Kebersamaan: Pembacaan Doa Pasca
Meninggal Lintas Iman di Desa Cisantana Kabupaten Kuningan Jawa Barat.”
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat 8, no. 2 (2024): 210.
https://doi.org/10.14421/panangkaran.v8i2.3888.
Sugiyono, Nanda Khairiyah, and Nurpini Aulia Rapika. “Resiliensi Kerukunan Umat
Beragama melalui Dialog Interaktif Lintas Agama pada Tokoh Agama di Jakarta.”
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat 13, no. 3 (2024): 299–305.
https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v13i3.52083.
Tobing, Oscard L. “The Contribution and Reduction of Narrative Theology to Biblical
Hermeneutics in the Postmodern Era.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 20, no. 2 (2021): 217–234. https://doi.org/10.36421/veritas.v20i2.478.
W. E. Vine. Vine’s Expository Dictionary of New Testament Words. Nashville, TN: Thomas Nelson Publishers, 1985.
Yohanes Adrie Hartopo. “Doktrin Sola Scriptura.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 3, no. 1 (2002). http://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/51.
Yudi Jatmiko. “Konsep Otoritas Alkitab di Hadapan Fakta Kesalahan Tekstual: Sebuah
Diskusi Teologis.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 16, no. 1 (2017). http://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/310.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Miduk Sampetua Sibagariang, Sri Binar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




